Mar
6
2012

Tips Memulai Investasi Saham

Investasi di saham akhir-akhir ini seperti sedang naik daun.  Banyak sekali penawaran untuk berinvestasi di instrumen keuangan ini di berbagai tempat, mulai dari pameran, iklan radio dan televisi, surat kabar, bahkan di pusat perbelanjaan.

Para broker juga sibuk berlomba-lomba mencari nasabah dengan memberikan berbagai pelayanan seperti komisi yang rendah, rekomendasi saham melalui email atau Blackberry, training, dan online trading.  Hasil yang diperoleh broker pun menuai hasil yang lumayan. Jumlah nasabah terus meningkat dan jumlah transaksi harian di Bursa Efek Jakarta pun bertambah.

Tapi kita sebagai calon nasabah juga perlu berhati-hati ketika memulai investasi di produk keuangan ini.  Investasi di saham memang berpotensi untuk menghasilkan return yang tinggi.  Walaupun demikian, investasi di tempat ini juga berisiko mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan.

Bayangkan dalam dua sampai tiga hari saja Anda bisa mendapatkan keuntungan sebesar 5%-10%, tapi dalam jangka waktu yang sama Anda juga bisa menderita kerugian dengan jumlah yang sama besar.  Selain risiko rugi, Anda juga perlu waspada pada status dan kredibilitas broker Anda karena dana dan transaksi Anda sepenuhnya dipegang oleh broker sehingga salah memilih broker bisa berakibat lenyapnya modal Anda.  Untuk itu supaya bisa membantu Anda untuk memulai bertransaksi saham, berikut adalah lima tips yang bisa Anda perhatikan ketika memulai berinvestasi di produk ini:

  • Pilihlah broker yang kredibilitasnya bisa dipertanggungjawabkan.

Walaupun banyak broker memberikan iming-iming komisi rendah, online trading, atau bahkan bunga dan fasilitas margin, tapi jangan langsung terlena oleh penawaran mereka karena yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa bertanggungjawab atas dana dan transaksi kita. Syarat utama broker yang kredibel adalah broker tersebut harus terdaftar di Bursa Efek Indonesia.  Anda bisa melihat broker mana saja yang terdaftar melalui situs resmi BEI di www.idx.co.id.  Selain itu tidak ada salahnya Anda bergabung dengan forum atau mailing list yang dibuat oleh para investor saham dan bertanya mengenai broker mana yang baik dan broker mana saja yang pernah bermasalah. Sering kali pengalaman teman sesama investor lebih kaya informasi daripada informasi resmi broker dan pemerintah.

  • Kenali tujuan Anda berinvestasi dan kondisi Anda sekarang.

Sebelum mulai berinvestasi, pertama-tama tetapkan dulu alasan mengapa Anda berinvestasi.  Apakah untuk alasan jangka panjang seperti untuk pensiun?   Atau untuk alasan jangka pendek seperti menambah penghasilan bulanan?  Setelah itu kenali dulu bagaimana kondisi Anda sekarang.  Apakah Anda memiliki dana terbatas?  Apakah Anda mempunyai waktu yang cukup untuk mengikuti berita saham?  Apakah Anda mempunyai kepribadian yang sabar dan tidak mudah panik?  Jawaban dari semua pertanyaan tersebut akan menentukan bagaimana Anda bertransaksi dan apakah Anda sebenarnya cocok untuk berinvestasi di saham atau tidak.  Tidak semua orang cocok berinvestasi di saham, karena itu jangan paksakan diri Anda bila Anda tidak merasa nyaman atau bahkan takut berinvestasi di instrument keuangan ini.

  • Buatlah sistem bagaimana Anda bertransaksi sebelum Anda mulai membeli saham.

Walaupun bertransaksi saham kelihatannya gampang yaitu beli di harga murah dan jual di harga mahal, tapi pada kenyataannya banyak orang yang justru melakukan sebaliknya.  Banyak orang yang ketika baru mulai bertransaksi saham justru membeli di harga mahal dan “terpaksa” menjual di harga murah.  Ini karena ketika mereka membeli saham, mereka tidak memiliki rencana tentang bagaimana langkah selanjutnya. Mereka cenderung ikut-ikutan dan mudah terbawa emosi karena semuanya hanya berdasarkan “feeling”.  Ketika bertransaksi saham, sangat penting untuk mempunyai rencana menyeluruh mengenai kapan membeli, kapan menjual, berapa besar kerugian yang bisa ditanggung, dan berapa besar keuntungan yang ingin dicapai. Milikilah rencana seperti ini sebelum mulai membeli saham.  Banyak sekali investor saham yang akhirnya rugi besar hanya karena mereka tidak memiliki rencana ketika bertransaksi.

  • Pelajari teknik analisa saham.

Untuk menentukan kapan harga terbaik untuk membeli dan menjual bisa menggunakan dua teknik analisa yaitu fundamental dan teknikal.  Analisa fundamental berkaitan dengan data keuangan perusahaan dan berita mengenai perusahaan pemegang saham.  Sedangkan analisa teknikal berkaitan dengan grafik harga saham.  Masing-masing pendekatan analisa mempunyai kelebihan dan kekurangan.  Analisa teknikal biasanya lebih disukai oleh investor yang tidak memiliki latar belakang keuangan.  Walaupun biasanya untuk investor jangka panjang lebih menyukai analisa fundamental sebagai patokan utama.  Bila Anda ingin berinvestasi di saham sebaiknya Anda membiasakan diri dengan dua analisa tersebut agar Anda tidak terombang-ambing dengan harga saham yang naik turun.

  • Gunakan dana yang tidak terpakai untuk bertransaksi saham.

Investasi di saham adalah investasi yang berisiko.  Anda bisa dengan cepat mendapatkan keuntungan, tapi Anda juga bisa dengan cepat menderita kerugian.  Karena itu hanya gunakan dana yang tidak akan Anda gunakan dalam jangka waktu dekat untuk bertransaksi saham.  Jangan gunakan dana yang dialokasikan untuk sesuatu yang penting atau yang akan digunakan segera seperti dana darurat, dana pendidikan anak, dana pensiun, dana cicilan rumah, dll.  Pastikan bahwa Anda secara psikis juga bisa menerima seandainya dana tersebut berkurang dengan cepat.  Kalau Anda tidak bisa menanggung kehilangan dana tersebut maka sebaiknya Anda menunggu dulu untuk mulai berinvestasi di saham.

 

Investasi di bursa saham memang sangat menggiurkan.  Terlebih lagi dengan tawaran-tawaran para broker dan penawaran dari sejumlah sistem yang dikatakan dapat menaikkan potensi Anda untuk mendapat untung di saham.  Tawaran tersebut memang baik dan tidak ada salahnya dipertimbangkan. Tapi yang paling penting adalah mempersiapkan diri Anda dahulu sebelum memulai.  Pelajari dulu bagaimana seluk beluk saham, teknik analisa, dan cara mengalokasikan dana.  Dan yang tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan mental Anda untuk menjadi salah satu investor di bursa saham.

Yustinus Eko Soelistio
Financial Planner
Safir Senduk & Rekan

 

Events Calendar

November  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30