Jan
22
2013

Pentingnya Dana Darurat

Saya yakin Anda pasti paham pentingnya menyediakan kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan atau yang biasa disebut kotak P3K di rumah Anda. Ya, kotak ajaib ini bisa memberikan pertolongan pertama pada anggota keluarga yang mengalami kecelakaan dengan cepat sebelum akhirnya mendapatkan perawatan yang lebih sempurna oleh dokter atau tenaga medis lainnya. Dengan adanya kotak P3K ini, korban setidaknya bisa terhindar dari kondisi yang lebih buruk akibat kecelakaan yang dialaminya.

Nah, bagaimana dengan kotak Pertolongan Pertama pada Keuangan (P3K) Anda?

Ternyata tidak hanya tubuh manusia saja yang bisa mengalami kecelakaan, keuangan kita pun bisa mengalaminya juga. Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari bahwa kondisi keuangannya sedang mengalami “kecelakaan”. “Kecelakaan” dalam istilah keuangan dapat dikatakan sebagai keadaan darurat – keadaan sulit yang tidak disangka-sangka yang memerlukan penanganan segera. Dari pengertian ini, kondisi darurat juga bermakna kondisi yang disebabkan oleh kejadian yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terprediksi yang membuat kita tidak happy, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), ban kendaraan yang tiba-tiba bocor di tengah jalan, biaya kesehatan akibat suatu kecelakaan yang tidak tercover asuransi, atap rumah ataupun pipa instalasi yang bocor, dan lain sebagainya. Jadi, sudah jelas ya kalau midnight sale bukan termasuk kondisi darurat? :D

Sebagian masyarakat membayar biaya-biaya darurat tersebut dengan mengambil dari tabungan, sementara sebagian yang lain terpaksa harus meminjam atau menggadaikan aset yang mereka miliki demi mendapatkan uang cash dengan cepat. Apapun opsi yang dipilih memang bisa membantu “menyelesaikan” kondisi darurat, tapi konsekuensinya adalah ada harga lain yang harus Anda bayar yang sebenarnya tidak perlu jika Anda memiliki dana darurat.

Apabila Anda menggunakan tabungan Anda untuk membiayai kondisi darurat yang Anda alami, maka tentu saja dana yang sudah Anda siapkan untuk tujuan keuangan jangka pendek akan berkurang atau bahkan habis sama sekali. Sementara, apabila Anda meminjam, mungkin yang hadir di benak Anda pertama kali adalah meminjam kepada orang atau kerabat terdekat Anda. Hal ini tentu tidak menjadi masalah ketika orang yang Anda mintai pinjaman memiliki dananya, tapi bagaimana bila orang tersebut juga tidak memiliki dananya?

Skenario selanjutnya yang mungkin terjadi adalah berutang ke bank melalui KTA, KTM, atau kartu kredit, atau menggadaikan aset Anda untuk mendapatkan uang cash. Cara ini tentu saja membuat Anda harus membayar lebih dari jumlah uang yang seharusnya Anda keluarkan, seperti biaya bunga atas utang, biaya administrasi, dan biaya-biaya lainnya.

Bagaimana jika Anda memiliki aset investasi, tapi belum memiliki dana darurat?

Saya yakin Anda tentu tidak mau mencairkan aset investasi yang Anda miliki ketika nilainya sedang turun. Saya juga yakin Anda tentu tidak mau kehilangan peluang atas kenaikan nilai aset investasi tersebut di masa yang akan datang.

Selain risiko yang berhubungan dengan nilai aset investasi, Anda juga menghadapi risiko bahwa aset investasi yang Anda miliki belum tentu bisa langsung dicairkan saat itu juga. Butuh waktu yang mungkin tidak sebentar untuk bisa mengonversikan aset tersebut menjadi cash, sementara kondisi darurat yang Anda hadapi tidak bisa menunggu.

Nah, bagaimana dengan Anda? Sudah mulai berpikir untuk menyiapkan kotak P3K dana darurat Anda sendiri? Yuk, persiapkan dari sekarang.

Semoga bermanfaat.

Live a Beautiful Life!

 

Ratih Nurmalasari, CFP

Associate Financial Planner ZAP Finance

Twitter: @zapfinance | Facebook: ZAP Finance Consulting | Web:www.zapfinance.co.id

Call us at (021)57948059

ZAP Finance

About the Author: ZAP Finance

Events Calendar

November  2017
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30