Jun
13
2013

Meminjamkan Uang Tanpa Galau

Terinspirasi dari obrolan beberapa teman tentang sulitnya menagih hutang, jadi ingin membahas tentang urusan pinjam-meminjam uang nih :) .

Urusan yang berhubungan dengan uang memang rada sensitif. Apalagi kalau menyangkut pembayaran hutang yang tertunda. Pertemanan dan persahabatan yang sudah terjalin, bahkan persaudaraan bisa terganggu dengan urusan pinjam-meminjam ini. Kalau anda sebagai pihak yang menghutangkan, pasti tidak nyaman sekali rasanya harus menagih uang sendiri.

“Gue kayak pengemis rasanya nagih-nagih duit sendiri”, seorang teman mengeluh rada lebay. Seorang teman yang lain gemas, “Bete banget liat orang yang gue utangin malah beli gadget baru dan jalan-jalan ke luar negeri! Bukannya bayar duit gue..”.

Wah kalau jadi galau seperti ini tidak asik ya. Saat kita meminjamkan uang pada orang lain (tanpa bunga) biasanya kita memang berniat untuk membantu. Apalagi jika si peminjam mengeluhkan masalahnya, yang membuat hati kita tergerak untuk menolong.

Sebenarnya bagaimana sih agar urusan pinjam-meminjam uang ini berjalan lancar? Pastinya kita ingin bisa membantu teman/saudara/kerabat dari kelebihan rezeki yang ada, tanpa membuat kita bangkrut maupun bete bukan?

 

Berikut saya sharing beberapa tipsnya:

  •  Pinjamkan sesuai kemampuan

Walaupun misalnya kita memiliki sedikit kelebihan rezeki dibanding si calon peminjam, kita bukan Sinterklas :) . Kebutuhan keluarga tetap lebih penting. Pastikan bahwa uang yang kita pinjamkan tidak mengganggu budget kebutuhan rutin sehari-hari termasuk uang sekolah anak, cicilan hutang, dan tabungan.

  •  Tetapkan jangka waktu

Kadang-kadang kita tidak tega untuk menetapkan jangka waktu pengembalian. Tetapi hal ini diperlukan untuk kenyamanan kedua belah pihak. Usahakan memberikan tenggat waktu pinjaman, atau menawarkan beberapa pilihan skema pengembalian, misalnya dicicil perbulan selama 1 tahun, atau dibayar saat terima THR nanti.

  • Alokasikan Budget Bantuan Teman/Saudara

Untuk anda yang memiliki kerabat yang kerap meminjam uang, ada baiknya dialokasikan budget bantuan setiap bulan. Sisihkan jumlah yang bisa anda ikhlaskan tiap bulan, dan siapkan di amplop atau rekening khusus. Saat ada yang memerlukan, anda bisa meminjamkannya tanpa terlalu mengharap uang itu kembali. Dana tersebut bisa terus bertambah jika tidak ada yang memerlukan, atau jika dana yang dipinjam sebelumnya telah dikembalikan.

  •  Buat surat perjanjian hutang

Untuk pinjaman dalam jumlah yang cukup besar, usahakan dengan surat perjanjian hutang yang bermaterai. Hal ini untuk menjamin keamanan uang anda. Tulislah kesepakatan peminjaman hutang ini secara detail di dalam surat perjanjian. Tidak perlu merasa tidak enak lo, toh uang yang dikeluarkan adalah uang anda, dan anda pasti ingin uang itu kembali.

  •  Barang Jaminan

Barang jaminan bisa digunakan untuk jumlah pinjaman yang cukup besar. Dengan adanya barang jaminan, pihak yang meminjam akan lebih bertanggung-jawab terhadap hutangnya, dan membuktikan komitmennya yang cukup tinggi untuk kelak membayar pinjamannya. Diskusikan barang jaminan yang nilainya relatif setara dengan jumlah pinjaman, dan tetapkan jangka waktu peminjaman.

 

Tampak ribet? Memang sih. Lebih baik sedikit ribet di depan untuk urusan uang, tapi tetap baik dalam urusan selanjutnya:). Jangan lupa komunikasikan dengan baik ya agar hubungan dengan si peminjam tetap lancar.

 

 

 

 

Fitri Octaviani

Associate Planner di ZAP Finance

Twitter: @zapfinance | Facebook: ZAP Finance Consulting | Web:www.zapfinance.co.id

Call us at (021)57948059

ZAP Finance

About the Author: ZAP Finance

Events Calendar

May  2017
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31